Arti Terkandung dalam Pancasila
Ketika kita membicarakan nilai Pancasila, maka di dalamnya
terbagi menjadi dua golongan, yaitu nilai fundamental, nilai instrumental, dan
nilai praktis.
Arti dari nilai fundamental yaitu bahwa setiap sila dalam
Pancasila bersifat mutlak untuk dilakukan. Tidak boleh ada perubahan pada
sila-sila tersebut. Nilai yang kedua, yaitu nilai instrumental, merupakan
pelaksanaan dari setiap nilai fundamental. Nilai instrumental ini biasanya
berwujud norma-norma dalam kehidupan
masyarakat.
Nilai
yang ketiga adalah nilai praktis. Nilai ini mewajibkan kita untuk mewarnai
segala apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai praktis
mengindikasikan hidup atau tidaknya nilai fundamental dan nilai instrumental
Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat. Secara
singkat, hubungan dari ketiga nilai tersebut yaitu nilai dasar direalisasikan
dalam bentuk nilai instrumental yang nantinya diterapkan ke dalam nilai
praktis.
Selanjutnya
kita akan membahas nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila. Silakan simak
pemaparan selanjutnya, sebagai berikut:
§ Nilai- Nilai Sila Pertama:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama dalam Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha
Esa sangat terlihat memiliki makna kemerdekaan beragama bagi bangsa
Indonesia di
dalamnya. Sila ini menjadikan setiap warga negara Indonesia bebas menganut dan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Secara
lebih lanjut, berikut ini adalah nilai-nilai yang terkandung pada sila pertama
Pancasila:
1. Keyakinan Adanya Tuhan
Keyakinan
bangsa ini akan hadirnya Tuhan Yang Maha Esa beserta sifat-sifat ketuhanan yang
menyertainya. Misalnya, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Adil, Maha Pengasih,
Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sifat suci lainnya yang hanya dimiliki oleh
Tuhan. Keyakinan ini menjadi penting karena apabila kita melihat pada sejarah
yang dimiliki oleh Indonesia terhitung sejak masa prasejarah, maka sudah sangat
lama bangsa ini percaya akan hadirnya Tuhan. Dan menjadi sesuatu yang bertentangan
dengan Pancasila apabila terdapat warga negara yang tidak mempercayai adanya
Tuhan.
2. Ketakwaan Pada Tuhan
Setiap
keyakinan sudah seharusnya beriringan dengan ketakwaan. Takwa dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu suatu kesadaran diri yang diikuti dengan
kemauan untuk menaati segala perintah Tuhan dan menjauhi segala laranganNya.
Dengan bertakwa, maka seseorang akan tenang hidupnya. Ketakwaan yang sejati
akan menghadirkan suasana religius yang damai di Indonesia.
3. Toleransi Antar Umat Beragama
Saat
ini terdapat enam agama yang diakui oleh hukum dan peraturan perundang-undangan
di Indonesia, yaitu Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha,
dan Kong Hu Chu. Perbedaan di antara agama dan keyakinan ini dijembatani oleh
nilai toleransi antar umat beragama yang dibawa oleh sila ketuhanan Yang Maha
Esa. Apabila tidak ada toleransi, maka bukan tidak mungkin jika terjadi
perpecahan di antara penduduk Indonesia. Toleransi mengajarkan kita untuk
saling hormat menghormati di antara umat beragama yang nantinya akan menjadikan
persatuan dan kesatuan di Indonesia.
4. Kebebasan Memeluk dan Menjalankan Agama
Sila
ketuhanan yang Maha Esa memberikan suatu kebebasan yang bertanggung jawab bagi
setiap warga negara Indonesia untuk memeluk agama yang sesuai dengan dirinya
masing-masing. Tidak boleh terjadi pemaksaan dalam hal agama seseorang. Agama
merupakan salah satu hak asasi manusia yang keberadaannya dilindungi oleh hukum
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maka, menjaga kedamaian dalam
hal agama dan ibadah merupakan salah satu kewajiban pemerintah dan segenap
rakyat Indonesia.
5. Meliputi Nilai-Nilai Sila Kedua Hingga Sila Kelima
Alasan
sila ketuhanan yang Maha Esa menjadi sila yang pertama dalam urutan kelima sila
yaitu sila pertama ini yaitu karena nilai-nilai pada sila pertama meliputi
seluruh sila setelahnya. Keempat sila tersebut merupakan penjabaran lebih
lanjut dari sila ketuhanan Yang Maha Esa. Empat sila terakhir memang merupakan
dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersumber dari sila pertama.
Kelima
nilai ini mencerminkan isi dari sila pertama Pancasila, dan nantinya
nilai-nilai ini menjadi dasar bagi setiap peraturan perundang-undangan yang
merupakan bagian dari nilai instrumental Pancasila. Nilai instrumental tersebut
nantinya diwujudkan dengan nilai-nilai praktis yang diamalkan oleh segenap
warga negara Indonesia.
§ Nilai-Nilai Sila Kedua:
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila
kedua dalam Pancasila ini mewakili nilai-nilai kemanusiaan. Kita sadari bahwa
semua rakyat Indonesia merupakan manusia yang notabene memiliki sejarah kelam
mengenai kejahatan kemanusiaan selama ratusan tahun sehingga sila kemanusiaan
yang adil dan beradab menjadi salah satu hal dalam dasar negara yang harus
ditaati oleh setiap warga negara Indonesia. Berikut ini merupakan penjabaran
nilai-nilai yang terkandung dalam sila kedua Pancasila:
1. Kesamaan Derajat di Antara Setiap Warga Negara
Pada
masa lalu bangsa ini mengalami sejarah panjang yang cukup kelam untuk diingat.
Namun sejarah panjang itu jugalah yang menjadikan kita semua lebih bijaksana
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentunya kita semua tidak lupa
penderitaan akan ketidakadilan dan kebiadaban para penjajah yang menimpa
leluhur kita di masa lalu. Dengan adanya sila kemanusiaan yang adil dan
beradab, maka dijaminlah kesamaan derajat seluruh manusia yang di negara ini.
Keadilan seharusnya bukan sesuatu yang mahal bagi kita. Sila ini memerintahkan
segenap bangsa, baik pemerintah maupun rakyat untuk berlaku adil dalam setiap
hal.
2. Simbol Pengakuan Atas Kemanusiaan
Kata
beradab yang tercantum dalam rumusan sila kedua ini membuktikan sekaligus
memperingatkan manusia agar selalu beradab pada setiap kesempatan dalam
hidupnya. Adanya adab kemanusiaan ini akan menghasilkan pengaruh positif yaitu
rasa saling mencintai di antara sesama manusia dan mengembangkan sikap tenggang
rasa sehingga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat kita. Tenggang rasa
sangat penting dilaksanakan oleh semua rakyat karena dengannya terjadi rasa
saling hormat menghormati atau sayang menyayangi.
3. Berani Membela Kebenaran
Kebenaran
dan keadilan merupakan dua buah kata yang saling melengkapi. Ketika kita
memaknai sila kemanusiaan yang adil dan beradab, maka kita diharuskan untuk
selalu menegakkan kebenaran dan keadilan dalam setiap kesempatan. Oleh karena
itu, kita tidak boleh semen-mena atau zalim kepada orang lain. Pun ketika orang
lain semen-mena terhadap diri kita, maka kita tidak boleh begitu saja
menerimanya. Kita harus senantiasa membela diri kita. Dengan begitu, kita telah
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
4. Rasa Bangga Bangsa
Menjunjung
tinggi kemanusiaan sama dengan bangsa ini mengangkat harkat martabatnya
sendiri. Bangsa kita setara dengan semua bangsa di dunia ini. Tidak ada alasan
mengapa bangsa Indonesia harus direndahkan dalam pergaulan internasional. Sila
ini mengajarkan kita bahwa kita harus bangga terhadap diri kita sendiri. Rasa
bangga tersebut harus pula kita kembangkan menjadi sikap saling hormat
menghormati dan siap bekerja sama dengan bangsa lain dalam rangka mencapai
tujuan pembangunan nasional.
5. Meliputi Nilai-Nilai Sila Ketiga Hingga Kelima
Sila
kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan salah satu bentuk pengejawantahan
sila pertama. Namun, nilai-nilai sila kedua ini meliputi dan menjadikan
nilai-nilai ketiga sila berikutnya.
Dengan
mengetahui nilai-nilai pada sila kemanusiaan yang adil dan beradab ini, kita
diharapkan untuk senantiasa menjunjung nilai kemanusiaan dan berani membela
kebenaran dan keadilan. Selain itu, adab kita dalam kehidupan sehari-hari juga
harus sesuai dengan sila-sila pada Pancasila.
§ Nilai-Nilai Sila Ketiga:
Persatuan Indonesia
Sila
ini menjadi salah satu pengikat di antara warga negara Indonesia. Sebagai suatu
negara yang di dalamnya terdapat begitu banyak keragaman dalam hal suku, agama,
ras, adat, wilayah, dan sebagainya, sila ini menjadi angin segar yang dengan
indahnya menjadikan persatuan sebagai suatu dasar negara Indonesia. Di bawah
ini merupakan uraian lebih lanjut mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam
sila ketiga Pancasila:
1. Rasa Persatuan dan Kesatuan
Ratusan
juta penduduk Indonesia merupakan jumlah yang sangat besar untuk disatukan.
Seringkali terdapat egoisme yang telah menjadi sifat dasar manusia yang menjadi
penyebab terjadinya perpecahan. Sila persatuan Indonesia mengajarkan kita untuk
senantiasa menjadi pribadi yang berlawanan dengan sifat egois tadi. Kita
diminta (dan diwajibkan) senantiasa menempatkan rasa kesatuan dan persatuan,
kepentingan, dan keselamatan bangsa di atas kepentingan diri maupun kepentingan
golongan.
2. Rela Berkorban Demi Bangsa dan Negara
Adanya
persatuan di tengah rakyat Indonesia menjadikan kita lebih mampu untuk
memperjuangkan kepentingan negara ini. Dengan mendengar atau membaca sila
ketiga ini, mungkin kita langsung teringat akan perjuangan pada masa penjajahan
yang bermodalkan persatuan di antara rakyat Indonesia. Maka dari itu, sila
ketiga mengajarkan kita kerelaan berkorban demi kepentingan bangsa dan negara
Indonesia. Jangan tanya apa yang negara berikan untuk kita, tapi tanyakan pada
diri ini, apa yang dapat kau berikan pada negara?
3. Cinta Tanah Air
Persatuan
Indonesia mengindikasikan bahwa persatuan yang menjadi kunci maju dan
sejahteranya Indonesia. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa salah satu nilai
dari sila ketiga ini adalah cinta terhadap tanah air tumpah darah kita,
Indonesia. Kecintaan terhadap tanah air akan menjadikan kita senantiasa berusaha
yang terbaik demi Indonesia. Kecintaan juga yang mengajarkan kita untuk menjaga
pertahanan dan keamanan negara agar kedaulatan negara tetap terjaga dari
ancaman luar negeri maupun dari ancaman dalam negeri.
4. Memajukan Pergaulan yang Ber-Bhinneka Tunggal Ika
Pada
masa lalu, ketika masih terdapat banyak kerajaan yang menjalankan pemerintahan
di seantero wilayah Indonesia, pergaulan antar kerajaan ini masih terkotakkan.
Kini, setelah Indonesia merdeka dan menjadi bangsa yang satu, maka pergaulan di
antara suku-suku maupun adat istiadat di Indonesia dapat menjadi lebih maju
dengan tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan yang bercirikan Bhinneka
Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua.
5. Meliputi Nilai-Nilai pada Sila Keempat dan Kelima
Nilai-nilai
yang terdapat pada sila ketiga merupakan penjabaran pokok dari sila pertama dan
sila kedua. Di sisi lain, nilai-nilai sila persatuan Indonesia nantinya akan
menjadi dasar bagi sila keempat dan sila kelima.
Pengamalan nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tengah
kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan salah satu upaya menjaga keutuhan NKRI yang harus senantiasa kita
lakukan
§ Nilai –Nilai pada Sila Keempat:
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Sila
keempat merupakan suatu cerminan dari adanya demokrasi di negara ini. Trauma
masa lalu akan penjajahan menjadikan para pendiri negara memilih bentuk
pemerintahan yang dirasa paling sesuai dengan corak kerakyatan di negeri ini.
Berikut ini merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai nilai-nilai yang
terkadung dalam Pancasila sila keempat:
1. Kedaulatan Berada di Tangan Rakyat
Kata
kerakyatan di dalam rumusan sila keempat ini menunjukkan bahwa yang memiliki
kekuasaan di Indonesia tak lain dan tak bukan adalah rakyat Indonesia. Oleh
karena itu, setiap kepentingan rakyat yang bertujuan memajukan kesejahteraan
umum rakyat haruslah dilaksanakan sepenuhnya.
2. Adanya Perwakilan Rakyat
Sebagai
pencerminan dari demokrasi, sila keempat mengamanatkan pada kita untuk
menjadikan wakil-wakil rakyat yang berjuang dalam menjaring aspirasi,
menyampaikan aspirasi pada pemerintah, dan memastikan aspirasi rakyat dipenuhi
oleh pihak yang berwenang.
3. Mengutamakan Musyawarah dalam Pengambilan Keputusan
Secara
eksplisit sila ini meminta kita untuk senantiasa mengutamakan musyawarah
mufakat untuk pengambilan keputusan terkait beberapa hal. Musyawarah untuk
mencapai mufakat ini harus diliputi dengan semangat kekeluargaan dan akal sehat
sesuai hati nurani.
4. Meliputi Nilai pada Sila Kelima
Bentuk
penjabaran lebih lanjut dari sila keempat terdapat pada sila kelima. Adanya
sila kelima juga berdasar dari semangat pelaksanaan pokok dari sila keempat.
Kerakyatan dan keadilan sosial merupakan dua hal yang saling bertautan dan
tidak bisa dipisahkan.
§ Nilai-Nilai pada Sila Kelima:
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila
kelima ini mengajarkan kita bahwa keadilan sosial sudah seharusnya menjadi
milik seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh ada diskriminasi di Indonesia. Di
bawah ini merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai nilai yang terkandung pada
sila kelima Pancasila:
1. Mengembangkan Perbuatan yang Luhur
Sila
kelima lebih menekankan pada praktik individu dalam bergaul dengan sesama. Sila
ini meminta kita untuk selalu mengembangkan perbuatan yang luhur yang mana
perbuatan ini mencerminkan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan
2. Menjaga Keseimbangan Hak dan Kewajiban
Keadilan
sosial sangat berkaitan erat dengan keseimbangan hak dan kewajiban di tengah
masyarakat. Hak dan kewajiban yang seimbang menunjukkan bahwa terdapat keadilan
sosial yang merata bagi rakyat Indonesia.
3. Mewujudkan Kemajuan yang Merata
Sebagai
individu yang ingin berdaya guna, sila ini mengajarkan kita untuk senantiasa
melakukan kegiatan yang dilakukan dalam rangka mewujudkan ratanya kemajuan dan
berkeadilan sosial.
Semangat
pelaksanaan sila kelima ini tidak lain terjadi karena adanya sila-sila
sebelumnya. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik, kita harus
berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Itulah nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan ini.
Jangan lupa bahagia dan sampai jumpa pada kesempatan lain.
Untuk pemaparan lebih lanjut, silahkan simak videonya di sini.

No comments:
Post a Comment